Selasa, 20 Oktober 2009

Beberapa alasan kegagalan pengusaha

Dengan pengalaman saya selama lebih dari 25 tahun bekerja sebagai profesional di Business Development, secara umum saya menemukan bahwa mereka telah berpikir layaknya pengusaha. Inilah yang membuat mereka bisa mencapai puncak profesi mereka. Masing-masing akan mengajarkan pada Anda selama dalam perjalanannya bahwa mereka telah belajar bagaimana berbikir secara berbeda.

Pengusaha sejati berjuang untuk mendapatkan peluang usaha dengan berbagai alasan. Diantaranya yang paling nyata adalah kurangnya modal, kurangnya pemahaman mengenai pemasaran, dan isu personal. Namun, berdasarkan pengalaman dan pengetahuan kewirausahaan, ada tiga alasan penting mengapa seseorang gagal menjadi pengusaha.

Mereka mengaitkan keberhasilan usaha dengan nilai pribadi mereka.

Mereka menolak menetapkan tujuan yang realistik dan membuat rencana bagi dirinya dan usahanya. Mereka tidak siap untuk membayar harga kesuksesan. Pengusaha sejati dengan pemikiran yang tepat akan terus mengembangkan pemikirannya sepanjang waktu. Mereka sudah belajar untuk memahami Peran, Tujuan, dan Konsekwensi.

1. Peran

Pengusaha sukes, adalah mereka yang berjuang keras, telah belajar untuk memisahkan peran dalam kehidupan mereka dari nilai diri atau identitias diri. Mereka memahami bahwa kinerja peran atau kegagalan dalam usaha mereka bukanlah penilaian terhadap mereka selaku individu. Orang yang cenderung menyamakan nilai diri mereka dengan peran identitas akan menjadikan resiko dan mencari jalan untuk memelihara status quo. Dengan kemampuan memisahkan kedua identitas ini memungkinkan mereka untuk mudah mendapatkan resiko daripada resiko yang merugikan, yang merupakan kunci kesuksesan seorang pengusaha. Seseorang yang memiliki resiko kegagalan, mengalaminya, dan belajar darinya, tidak hanya belajar bagaimana membedakan peran identitas mereka dengan identitas diri, mereka juga telah belajar mengenai resiko dan kegagalan. Mereka memahami bahwa kegagalan di awal usaha merupakan bagian dari awal kesuksesan. Mereka mampu menghadapi pengalaman ini, belajar dengan cepat dan bergerak. Ini hal penting dalam kesuksesan pengusaha. Mereka harus bersedia menghadapi dan menangani kegagalan yang terjadi di awal dari waktu ke waktu.

2. Tujuan

Meski banyak yang dikatakan dan ditulis mengenai pentingnya tujuan dan rencana untuk mencapai kesuksesan sebagai seorang pengusaha, hanya ada sedikit orang yang belajar mekanisme penetapan tujuan dan perencanaan kesuksesan. Ini bukanlah tentang rencana, tapi perencanaan yang penting, dan proses penentuan tujuan yang memungkinkan mereka untuk mengembangkan kepercayaan diri untuk mengambil resiko dan kegagalan. Pengusaha sukses tidak hanya terdorong untuk mencapai tujuannya dan berorientasi pada tujuan, mereka juga belajar untuk melaksanakan proses strategi dan taktis penetapan dan perencanaan tujuan. Dengan visualisasi tujuan, menuliskannya dan memberikan rencana detil untuk pencapaian memberikan kepercayaan diri dan motivasi. Lebih dari sekedar rencana bisnis atau operasional, mereka memiliki tujuan dan rencana untuk semua peran penting dalam kehidupannya. Dari awal mereka sudah belajar jika mereka tidak mengerjakan rencana mereka sendiri, bisa jadi mereka menjadi bagian dari tujuan dan rencana orang lain. Mereka menciptakan arah sendiri, menghadapi posisi sebagai pemimpin yang mengambil resiko, dan membuat penyesuaian yang diperlukan.

3. Konsekwensi

Terakhir, pengusaha memahami adanya konsekwensi yang mereka bayar. Agar berhasil dalam peran apapun di kehidupan, Anda harus siap untuk membayar penuh seketika. Tidak ada kesuksesan instan untuk menjadi seorang pengusaha. Pada kenyataannya, saya mendengar keberhasilan biasanya membutuhkan waktu 15-20 tahun. Salah satu konsekwensi awal yang disering dihadapi adalah membuat mereka memperbaiki diri yang mencakup pertumbuhan dibalik lingkaran hubungan saat ini. Karena kebanyakan orang cenderung mempertahankan zona nyaman psikologis, mereka mulai kehilangan identitas dengan mengambil resiko. Mereka merasa nyaman dengan tipe orang yang kurang lebih sama seperti mereka. Seringkali pengusaha bergerak menuju ke lingkaran yang berbeda yang memahami perjalanan tersebut. Dengan melangkah keluar, dengan menjadi diri sendiri dan menghadapi resiko sendirian. Konsekwensinya, ditemukan tekanan baru dalam hubungan yang sudah lama. Seperti dikatakan sebelumnya bahwa pemimpin , dengan melalui proses pembedaan peran kinerja dari nilai diri, menghadapi resiko, menghadapi berbagai hambatan, berpegang teguh pada tujuan Anda, dan menyesuaikan rencana Anda, siapkah Anda membayar konsekwensi tersebut.

Ada banyak hal yang harus dipelajari oleh pengusaha agar berhasil, termasuk mekanisme harian dalam menjalankan usaha, menghasilkan produk, menyampaikan jasa, menghasilkan pemasukan dan berkaitan dengan orang. Tantangan terbesar dari semua ini adalah mengembangkan pemahaman terhadap diri mereka sendiri. Mereka akan mendapatkan pegangan apa yang mereka inginkan dan apa yang memotivasi mereka. Pengusaha sukses harus belajar mentransformasi pemikiran mereka, memungkinkan mereka untuk menghadapi kegagalan yang ditemui sepanjang jalan.

***

Oleh Bill Scheessele
Sumber: articlebase.com

Rabu, 14 Oktober 2009

Perlunya business plan untuk menjadi interpretur

saya kutip dari blog teman saya : Eduardo rusfid,

Tentang memulai business yang baik, perlunya kita menyusun business plan untuk usaha kita

Terutama dalam business yang bersifat relatif baru, penuh dengan kreatifitas, business plan justru semakin dibutuhkan. Kenapa? Karena ada pergeseran dalam memahami usaha itu sendiri. Karena konsepsinya sendiri telah bergeser, paradigma usaha telah mengalami perubahan, generasinya pun telah berubah. Celakanya, orang-orang yang memiliki uang/dana, para pengambil kebijakan, secara umum berada dalam generasi yang berbeda dengan generasi kita saat ini. Ini adalah tantangan bagi para enterpreneur muda, untuk meyakinkan pihak-pihak “beda generasi” tersebut agar bisa melihat perspektif yang ingin kita sampaikan. Sesuatu yang mungkin kurang terjamah dalam khasamah pemahaman mereka. Disinilah, sebuah business plan menjadi sangat signifikan.

Dari eksplorasi yang saya lakukan atas bantuan Prof. Google, saya mengambil berapa poin penting. Sangat banyak situs yang menjelaskan bagaimana membuat business plan, mulai dari yang sederhana sampai yang complicated. Saya hanya mencoba untuk mengambil beberapa key point nya saja, secara umum.
1. Roles of Business Plan

Secara umum, role of business plan adalah bagaimana “mengolah” technical input menjadi economic output. Artinya, kita menterjemahkan potensi teknis kita (keahlian, produk etc) menjadi keluaran ekonomi (proyeksi keuntungan, market, etc).
2. Structure of Business Plan

  • Introduction : Adalah item yang berisikan deskripsi dokumen, Untuk siapa dokumen ini dibuat, Kenapa orang harus membacanya, Siapa dan kapan dibuat, langkah-langkah yang dilakukan, dll.
  • Table of Content : Daftar isi dari dokumen yang kita buat
  • Fact Sheet : Berisikan informasi data-data perusahaan : Nama perusahaan, Struktur legal, Lokasi, Ukuran usaha, Nilai investasi, ROI (return of investment), Promoter, Auditor,etc
  • Executive Summary : Penjelasan singkat tentang setiap langkah dari rencana dan profil perusahaan dalam bentuk narasi : visi misi, tujuan, etc
  • Business Concept : Berisikan konsep-konsep yang akan kita jalankan dalam usaha: Unique Selling Proposition, Ide dasar, Nilai beda kita dengan pebisnis lain, oportunity yang bisa didapat, kesesuaian dengan visi dan misi perusahaan dll
  • Market Analysis : Penjelasan dan analisa mengenai situasi pasar : Pelanggan, pesaing, proses distribusi, dan promosi
  • Operation : Menjelaskan tentang proses produksi : Input, Proses, Output
  • Financials : Menjelaskan tentang situasi keuangan perusahaan yang terdiri dari : Income statement, Balance sheet, Cash flow, dan ratio
  • Organization : Menjelaskan tentang organisasi perusahaan : Kepemilikan/komisaris, Direksi, Staf-staf kunci. Dijelaskan pula posisi, tingkat pendidikan, pengalaman, success story, potensi masa depan dan data-data lain yang sekiranya menguatkan
  • Legal : menjelaskan aspek legal/hukum dari usaha yang dijalankan

3. Tips

Ada tips-tips sederhana yang perlu menjadi catatan dalam penyusunan business plan :

  • Mudah dimengerti, 1 tujuan, tercapai dengan cepat
  • Menggunakan sedikit kalimat, tidak hanya singkat tapi efisien
  • Tujuan jelas, hanya menyampaikan fakta dan ide yang relevan
  • Menarik, mudah dimengerti, menggunakan gambar dan grafik
  • Kata-kata yang sederhana dan disususun dengan model “conversation” atau komunikasi yang interaktif
  • Membawa nuansa optimis dan positif
  • Mengarahkan keputusan pembaca, menegaskan itikad baik kita, mendemonstrasikan pengetahuan dan skill
  • Hindari membuat statement yang tidak mendukung fakta
  • Didukung data2 nyata,
  • Obyektifitas dan sumber informasi yang berkualitas

Terkait penyusunan business plan diatas, saya sendiri masih harus memahami banyak hal, terutama terkait faktor finansial. Kuliah singkat dengan bu enny beberapa waktu yang lalu sangat membantu saya dalam memahami poin-poin diatas. Silahkan tanya ke pakarnya langsung tentang item ini.

Bagaimana menurut anda? Tulisan ini jelas hanya hasil analisa dan eksplorasi sederhana saya yang masih jauh dari kesempurnaan. Masukan dan diskusi tentu akan lebih memperkuat tulisan ini dan bisa dimanfaatkan oleh banyak orang.
Beberapa referensi yang bisa dibaca :

http://www.odu.edu/bpa/boaectr/businessplan.htm
http://www.myownbusiness.org/s2/
http://www.sba.gov/smallbusinessplanner/plan/writeabusinessplan/SERV_WRRITINGBUSPLAN.html
http://www.planware.org/businessplan.htm
http://www.investorbusinessplan.com/business-plan-format.html
http://www.businessplanarchive.org/
http://www.bplans.com/
http://www.soros.org/openaccess/oajguides/html/OAJGuideBPSuppl_Ed.1.htm


Marketing Vs Sales

Mari kita pikirkan pertanyaan ini sejenak. Tanpa adanya marketing Anda tidak memiliki prospek untuk ditindak lanjuti, tapi tanpa adanya teknik dan strategi menjual yang baik, nilai closing bisa membuat Anda tertekan.

Marketing adalah semua tindakan yang dilakukan untuk mendekati dan mempengaruhi prospek. Proses sales adalah semua kegiatan yang Anda lakukan untuk menutup penjualan dan mendapatkan kontrak/perjanjian. Keduanya dibutuhkan untuk keberhasilan usaha. Anda tidak bisa melakukannya tanpa proses tersebut. Dengan menggabungkan kedua hal tersebut secara strategis akan meningkatkan pertumbuhan bisnis Anda. Namun, jika tidak dilakukan dengan seimbang akan menghambat pertumbuhan Anda.

Marketing terdiri dari ukuran yang Anda gunakan untuk meraih dan mempengaruhi prospek dimana Anda sebagai perusahaan bagi mereka. Ini merupakan pesan yang mempersiapkan prospek untuk sales. Terdiri dari periklanan, humas, brand marketing, viral marketing, dan direct mail..

Proses sales terdiri dari interaksi antar personal. Biasa dilakukan dengan pertemuan, telepon dan jarinigan. Ini adalah kegiatan yang mendekatkan Anda dengan prospek atau pelanggan pada level personal.

Upaya marketing Anda merupakan awal dari proses yang membuat dari prospek menjadi klien potensial hingga menutup dengan penjualan. Jika marketing dilakukan dengan efektif, Anda bisa membuat dari prospek menjadi pelanggan. Sehingga akan mempermudah sales profesional untuk menutup dengan penjualan.

Seperti Anda lihat pada penjelasan diatas, diperlukan banyak kontak yang menggunakan baik sales dan marketing untuk menggerakkan dari prospek ke level selanjutnya. Oleh karena itu, Anda harus mengembangkan proses yang menggabungkan baik sales dan marketing. Ini akan memungkinkan Anda meraih prosepek pada tiga level; dingin, hangat, dan panas. Ini mengenai keseimbangan.

Apakah Anda tidak yakin bagaimana mengintegrasikan marketing dengan sales?

Coba ini. Luangkan waktu dan bagi daftar dan database prospek kedalam kategori dingin, hangat dan panas. Kemudian identifikasi sebuah strategi untuk masing-masing kelompok individu.

Sebagai contoh Anda bisa mencoba metode kontak berikut ini :

<* Strategi Cold Lead – mengirim direct mailing atau menawarkan promosi khusus

* Strategi Warm Lead – telepon untuk follow-up, mengirim sales letter, atau jadwal sesi seminar atau training utuk mengumpulkan warm lead bersamaan.

Setelah Anda mengalihkan prospek dari level “warm”, inilah saatnya memproses untuk menutup dengan penjualan. Ini akan lebih mudah dilakukan jika Anda dekat dengan prospek. Anda bisa melakukannya dengan telepon pribadi, membuat presentasi, atau memberikan proposal, estimasi, atau kontrak.>

Bagaimana jika Anda tidak nyaman dengan proses sales atau marketing ?

Alternatif yang seringkali terbukti adalah bekerjasama dengan seseorang yang memiliki bakat yang tidak Anda miliki.Anda bisa melakukannya dengan menciptakan kerjasama, subkontrak, atau menyewa orang.

Ingatlah kunci suksesnya adalah keseimbangan antara marketing dan sales!

***

Oleh Laura Lake
Sumber: www.marketing.about.com