The power of advertising ideas
"Very few people are good at judging the value of advertising ideas
and executions.. ."
It was a deliberate compromise, so I could focus on advertising
clichés. But I've now been challenged to write on advertising ideas,
so here goes...
Understanding advertising ideas
First things first: in a client / agency relationship it is the
responsibility of the advertising agency to develop advertising ideas.
A good agency will always start their creative presentations with the
advertising idea.
There are two key points to understanding advertising ideas:
1. The role of an advertising idea is to dramatize the benefit to the
consumer. A good idea brings the consumer benefit to life and
communicates it in a powerful and compelling way. (This is why big
advertising ideas are so valuable.)
2. An advertising idea can be expressed independent of an advertising
execution (an idea is NOT the storyline, the location, the use of a
celebrity or any other element of the execution).
Why the advertising idea is so important
Understanding the idea, when you are evaluating advertising, is
important because it allows you to do two things:
1. It allows you to consider the idea itself. Is it a big idea? Does
it dramatize the correct benefit? (The one in the brief!) And is it
powerful and compelling?
2. Once you have evaluated the idea, then you can move on to the
execution. Is it the best execution of the idea? Are there other
executions that could work? Is the idea 'campaignable' (can it produce
a number of good advertising executions)?
These are all vital considerations for the client. And for the agency
presenting the work focusing on the idea demonstrates the value they
have created much more effectively.
One example...
The only way to fully appreciate the power of advertising ideas is to
practice identifying and evaluating them. To do this I'd like to refer
you to another website, the personal site of Neil French, one of the
most successful creative directors in the world (he now has a global
role at Ogilvy).
Have a look at the Dove print campaign on his site. I would suggest
that the advertising idea can be expressed as:
"Taking bizarre and irrelevant facts from the animal world to
illustrate that all the reader needs to know about is Dove."
To view the Dove campaign, click here (the images are 'thumbnails' and
will expand if you click on them). Have I expressed the idea
correctly? Is the idea appropriate to the brand? Does it dramatize the
benefit? Take a look and let me know what you think. And if you'd like
to practice more, browse the other campaigns on the site (or start
looking at your own work!)
If you'd like to browse the site from the homepage, it's www.
neilfrench.com.
Make a habit of looking for the advertising idea first and you'll have
a new and more effective approach to evaluating advertising.
Kutipan dari :
Colin Bates
Founder, Director
BuildingBrands Ltd
www.buildingbrands. com
Kamis, 10 Februari 2011
Rabu, 05 Januari 2011
Ikut Nyebarin dan turut prihatin : Potensi BAHAYA menyalakan LAMPU HAZARD kala hujan deras
Walau dah lama ngga nulis tapi...mau nyambung lagi nich...
Mengingat kalo pulang dari bogor atau lewat di Toll jagorawi dan Toll lainnya ketika hujan, maka perlu juga nich tulisan di sebarin walau hanya copy paste, tapi...biar lebih mengedukasi, perlakuan ataupun kebiasan buruk berkendara di saat HUJAN, Yuk di simak :
Potensi BAHAYA menyalakan LAMPU HAZARD kala hujan deras
Saat mengemudi pada cuaca hujan apalagi kian deras di jalanan tol siapapun bakal merasa terganggu dengan nyala lampu hazard ke-empat sen berkedip-kedip) mobil lain yang bergerak. Anehnya banyak pemilik mobil yang bagai prosedur baku, segera menyalakan hazard kala hujan. Padahal, sebetulnya dia juga bakal terganggu oleh kedipan lampu berwarna oranye itu. Sekarang, kebiasaan ini semakin menjadi di hampir seluruh ruas jalan di Tanah Air.
Walaupun amat mengganggu, ternyata kian banyak pengemudi yang mengaktifkan hazard kala mobil melaju. Di bawah guyuran hujan dengan jalanan licin, Jelas kegiatan itu amat membahayakan. Perilaku ini adalah salah besar.
Di Dunia internasional, menurut mantan pembalap nasional AswinBahar, menyalakan hazard kala mobil bergerak, apalagi ketika hujan, adalah PELANGGARAN BERAT ATAS ATURAN LALU LINTAS DARAT. "Kalau di negara lain pasti telah ditindak oleh petugas," urai Aswin. Karena itu, pemegang sejumlah sertifikat sekolah mengemudi dari beberapa negara Eropa, Amerika Serikat,dan Jepang ini menyatakan, budaya menghidupkan hazard kala hujan harus segera dihentikan.
Petugas tol, polisi, dan mungkin wartawan harus menyosialisasikan bahwa hazard hanya boleh dinyalakan kalau mobil berhenti.
Bisa karena rusak atau berhenti akibat keadaan darurat," pintanya. Namun,bagaimana dengan semangat ingin memberitahukan adanya mobil dengan menyalakan hazard itu kala hujan deras dan banyak kendaraan sedang sama-sama melaju dijalanan?
Menurut Aswin Bahar, maksud baik itu cukup dengan menyalakan lampu. Berikut rekomendasinya atas penggunaan lampu kala berkendara pada cuaca hujan. Gunakan hazard hanya bila darurat Lampu hazard, nyala berkedip pada keempat sen, merupakan tanda darurat bagi sebuah mobil. Maka, hazardhanya boleh diaktifkan bila mobil mengalami kondisi kedaruratan. Bisa akibat mogok atau harus berhenti karena sesuatu alasan. Pendeknya, hazard hanya diperuntukan memberi tanda peringatan bagi kendaraan lain dan hanya boleh dinyalakan kala mobil berhenti dipingir jalan.
Gunakan lampu kecil bila hujan dengan semangat ingin memberi 'tanda' bahwa mobil sama-sama melaju di tengah hujan, cukup dengan menyalakan lampu utama kendaraan bersangkutan. Kalau kian deras dan cuaca amat gelap, nyalakan lampu kabut. Di sini perlunya memasang lampu kabut pada setiap mobil yang berpotensi sering melalui cuaca hujan dan gelap. Lampu belakang berwarna merah, merupakan pilihan tepat bagi upaya memberitahukan posisi mobil. Pilihan warna ini telah melalui serangkaian riset pabrikan otomotif selama bertahun-tahun. Artinya, hanya warna itu yang dianggap aman dan bisa menembus gelombang cuaca hujan hingga kabut. Nyala lampu belakang itu telah cukup menerangi sekitar mobil. Maka untuk memberitahukan posisi mobil saat cuaca hujan atau kabut sekalipun, tak harus dengan menyalakan hazard.
Selalu pakai sen bila berpindah jalur, penggunaan lampu sen wajib bagi pengemudi yang hendak berbelok dan berpindah jalur. Bagi penguna jalan tol, kegiatan ini mutlak amat penting. Apalagi bila hujan sedang bertandang amat deras, penggunaan sen (sign) amat membantu pengemudi lain untuk waspada.
Bayangkan, bila Anda menyalakan hazard. Selain akan amat mengganggu pengemudi lain, lampu sen-pun tak akan berfungsi!!!
Walaupun amat mengganggu, ternyata kian banyak pengemudi yang mengaktifkan hazard kala mobil melaju. Di bawah guyuran hujan dengan jalanan licin, Jelas kegiatan itu amat membahayakan. Perilaku ini adalah salah besar.
Di Dunia internasional, menurut mantan pembalap nasional AswinBahar, menyalakan hazard kala mobil bergerak, apalagi ketika hujan, adalah PELANGGARAN BERAT ATAS ATURAN LALU LINTAS DARAT. "Kalau di negara lain pasti telah ditindak oleh petugas," urai Aswin. Karena itu, pemegang sejumlah sertifikat sekolah mengemudi dari beberapa negara Eropa, Amerika Serikat,dan Jepang ini menyatakan, budaya menghidupkan hazard kala hujan harus segera dihentikan.
Petugas tol, polisi, dan mungkin wartawan harus menyosialisasikan bahwa hazard hanya boleh dinyalakan kalau mobil berhenti.
Bisa karena rusak atau berhenti akibat keadaan darurat," pintanya. Namun,bagaimana dengan semangat ingin memberitahukan adanya mobil dengan menyalakan hazard itu kala hujan deras dan banyak kendaraan sedang sama-sama melaju dijalanan?
Menurut Aswin Bahar, maksud baik itu cukup dengan menyalakan lampu. Berikut rekomendasinya atas penggunaan lampu kala berkendara pada cuaca hujan. Gunakan hazard hanya bila darurat Lampu hazard, nyala berkedip pada keempat sen, merupakan tanda darurat bagi sebuah mobil. Maka, hazardhanya boleh diaktifkan bila mobil mengalami kondisi kedaruratan. Bisa akibat mogok atau harus berhenti karena sesuatu alasan. Pendeknya, hazard hanya diperuntukan memberi tanda peringatan bagi kendaraan lain dan hanya boleh dinyalakan kala mobil berhenti dipingir jalan.
Gunakan lampu kecil bila hujan dengan semangat ingin memberi 'tanda' bahwa mobil sama-sama melaju di tengah hujan, cukup dengan menyalakan lampu utama kendaraan bersangkutan. Kalau kian deras dan cuaca amat gelap, nyalakan lampu kabut. Di sini perlunya memasang lampu kabut pada setiap mobil yang berpotensi sering melalui cuaca hujan dan gelap. Lampu belakang berwarna merah, merupakan pilihan tepat bagi upaya memberitahukan posisi mobil. Pilihan warna ini telah melalui serangkaian riset pabrikan otomotif selama bertahun-tahun. Artinya, hanya warna itu yang dianggap aman dan bisa menembus gelombang cuaca hujan hingga kabut. Nyala lampu belakang itu telah cukup menerangi sekitar mobil. Maka untuk memberitahukan posisi mobil saat cuaca hujan atau kabut sekalipun, tak harus dengan menyalakan hazard.
Selalu pakai sen bila berpindah jalur, penggunaan lampu sen wajib bagi pengemudi yang hendak berbelok dan berpindah jalur. Bagi penguna jalan tol, kegiatan ini mutlak amat penting. Apalagi bila hujan sedang bertandang amat deras, penggunaan sen (sign) amat membantu pengemudi lain untuk waspada.
Bayangkan, bila Anda menyalakan hazard. Selain akan amat mengganggu pengemudi lain, lampu sen-pun tak akan berfungsi!!!
Dikutip dari forum detik.com
Langganan:
Komentar (Atom)